Selamat Datang

Di Desa Labuhan Kec. Sapuluh Kab. Bangkalan

View Work Hire Me!

About Me

Tempat Pembelajaran

Banyak media yang menunjang tentang pembelajaran terkait mangrove

Sarana Photography

Banyak spot foto yang bagus dan instagramable

Kenyamanan

Tempat yang nyaman dan bersih

Desa Labuhan

Kec Sepulu

Taman Wisata Laut

Desa Labuhan telah lama dikenal dengan Taman Wisata Mangrovenya, lahan sepanjang pesisir pantai yang ditanami mangrove telah lama dikelola menjadi kawasan wisata yang hingga saat ini sudah ada 2 kawasan wisata di Desa Labuhan ini yakni kawasan Taman Mangrove di sebelah timur dan Wisata Edukasi Mangrove disebelah barat yang dulunya dikenal dengan Pantai Karang. Pengelolaan mangrove yang tepat dijadikan sebagai tempat wisata menjadi sumber daya dan sebagai sarana pengembangan UMKM penghasilan warga setempat, selain itu juga hal tersebut terus dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi pengikisan pantai akibat abrasi.

Services

Playground

Tempat yang khusus dirancang agar anak-anak dapat bermain di sana

Perpustakaan

Institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan

Meeting Room

Tempat atau ruangan untuk melakukan rapat ke sesama internal maupun dengan eksternal

Diving

Tersedia paket untuk melakukan diving di daerah sekitar Labuhan Mangrove

Our Blog

Siklus Hidup Hewan (Media Pembelajaran SD)


Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran agar pembelajaran yang disampaikan menjadi lebih mudah untuk disampaikan pada siswa. Dengan adanya media pembelajaran ini diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru sehingga pembelajaran lebih bermakna. Kkn 72 utm 2019 membuat media pembelajaran dua dimensi yaitu berupa gambar berukuran 1 meter yang berisi tentang pembelajaran yang ada pada tema 6 subtema 1 pembeljaran 2 tentang siklus hidup hewan. Alasan kami membuat media ini adalah melihat dari kondisi kelas yang kurang ada media pembelajaran 2 dimensi yang dipajang didalam kelas. Media pembelajaran ini terbuat dari banner agar media dapat bertahan lama, kemudia media tersebut dibingkai menggunakan kayu agar media dapat dipanjang di ruang kelas. 
Media pembelajaran ini kami kaitkan dengan keadaan sekitar untyk memudahkan siswa belajar. Kami menggunakan gambar mangrove dimana disini kami menggunakan hewan- hewan yang ada disekitar seperti yang berada di darat, diudara, dan di laut. Media pembelajaran ini kami implementasikan pada kelas 4 di UPTD SDN Labuhan kec. Sepuluh kab. Bangkalan. Pelaksanaannya pada hari Rabu, 8 Januari 2019. Hasil yang dapat saat pembelajaran berlangsung dapat dikatakan berhasil, hal ini dapat dilihat dari antusias siswa ketika kami mengeluarkan media pembelajaran yang telah kami buat, serat antusias siwa saat pembelajaran berlangsung. 

Mesin Penghalus Daging (TTG)


Teknologi tepat guna mesin penggiling ikan cakalang. Alat ini digunakan untuk menggiling ikan cakalang. Kegunaan produk ini berkaitan dengan pembuatan produk unggulan dari kelompok kkn 72 yaitu abon cakalang. Pada saat percobaan menggunakan manual hasil daging cakalang yang dijadikan abon kurang halus dan bentuknya bukan menyerupai abon. oleh karena itu, kami menggunakan alat ini untuk membantu menghaluskan ikan cakalang sehinga abon bisa halus dengan sempurna. 
Penggunaan alat ini yaitu dengan memasukkan daging ikan yang telah direbus dan digoreng sebelumnya, lalu daging digiling sampai halus. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat mempermudha untuk menghasluskan ikan cakalang dan hasil yang didapat juga lebih bagus. Selanjutnya alat ini akan di berikan ke desa tepatnya pada ibu- ibu pkk agar dapat digunakan untuk meneruskan pembuatan abon cakalang yang telah kami terapkan sebelumnya. 

Kerja Bakti Bersih Bersih Desa



Kerja bakti bersih sampah dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan terutama membiasakan  kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan kerja bakti bersih sampah dilaksanakan pada hari Sabtu sore tanggal 04 Januari 2020 di sepanjang  pesisir pantai Desa Labuhan. Alasan memilih tempat tersebut dikarenakan banyak sekali ditemui  sampah-sampah berserakan di bibir pantai karena mayoritas masyarakat membuang sampah secara langsung ke laut. Padahal dibeberapa pos sudah disediakan tempat penampungan sampah seperti dikompleks-kompleks rumah juga sudah ada pos tempat pembuangan sampah. Untuk yang didaerah sekitar jalan perumahan sudah lumayan terjaga kebersihannya dari sampah namun untuk yang didaerah dekat pesisir pantai sampah banyak sekali berserakan, sehingga  melihat hal demikian menggerakkan kami untuk mencoba melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan sampah untuk memperindah pemandangan dipesisir pantai sekaligus menjaga pencemaran air laut dari banyaknya sampah yang hanyut si tepian pantai,Kegiatan dilakukan sore hari bersama bapak sahril dan beberapa warga sekitar pantai. Kerja bakti bersih sampah yang dilakukan diawali dengan mencari tempat yang butuh untuk dibersihkan. Pengambilan sampah dilakukan secara langsung dengan membawawadah kantong plastik sambil menyusuri bibir pantai yang terdapat kumpulan sampah berserakan.

Pendidikan Informal (KKN 72 UTM)

Pendidikan merupakan kunci untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, serta modal dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan. Desa Labuhan merupakan sebuah desa yang masih dalam tahap berkembang. Kurangnya Pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan disinyalir merupakan akar penyebab desa ini tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Sehingga dibutuhkan upaya-upaya untuk menyelesaikan kendala tersebut, tentunya melalui pendidikan dan teknologi. 

Biasanya kami memberikan bimbingan belajar pada malam hari di posko KKN 72 desa labuhan dan sasarannya adalah anak SD. Amtusias anak-anak desa labuhan membuat kami bersemangat untuk memberikan bimbingan belajar kepada mereka. Kami memberikan bimbingan sesuai dengan yang mereka inginkan dan mereka butuhkan.
Terkadang kami memberikan bimbingan pelajaran matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia serta mengajarkan membaca kepada anak-anak yang belum bisa membaca.




























Mince (Minggu Ceria)


Minggu ceria merupakan kegiatan rutin setiap hari minggu yang diisi dengan kegiatan senam pagi, permainan, dan perlombaan. Acara ini dilaksanakan di desa labuhan tepatnya di wisata edukasi mangrove dan terumbu karang. Kegiatan tersebut di ikuti oleh anak-anak SD dan PAUD di desa labuhan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu di setiap akhir pekan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kekompakan dan kerjasama antar siswa di desa labuhan. Dengan adanya kegiatan tersebut menambah keakraban antara anggota Kuliah Keja Nyata Universitas Trunojoyo Madura (KKN 72 UTM) dengan anak-anak di Desa Labuhan Kec. Sepuluh. 

Kegiatan ini dimulai setiap minggunya dari jam 07.00 WIB yang diawali dengan senam pagi bersama anak-anak di desa labuhan dan seluruh anggota KKN 72 UTM. Kemudian dilanjutkan dengan lomba dan permainan yang menarik. Setiap minggunya akan diadakan lomba dan permainan yang berbeda-beda. Di minggu pertama minggu ceria diadakan lomba makan kerupuk dan permainan menggilir sarung dengan berpegangan tangan. Hari kedua kegiatan minggu ceria dilaksanakan lomba kelereng dan permainan menyebrang dengan dua papan. Di hari minggu ceria  ke tiga yakni hari minggu terakhir diadakan lima lomba  diantaranya lomba karung, memasukkan paku dalam botol , balon joget, memecahkan bola air, dan tarik tambang. Dengan permainan yang berbeda setiap minggunya akan menarik minat anak-anak untuk hadir dalam kegiatan minggu ceria.
  Setelah kegiatan selesai anak-anak akan diarahkan untuk melakukan kegiatan kerja bakti bersama memungut sampah yang ada disekitar wisata edukasi mangrove dan terumbu karang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran mengenai kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di usia dini. Antusias dan apresiasi dari anak-anak desa labuhan terhadap kegiatan minggu ceria yang diadakan KKN 72 UTM cukup tinggi. dikarenakan hal tersebut minggu ceria dapat berjalan dengan baik setiap minggunya. Serta dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak-anak mendapatkan hiburan dan pembelajaran baru yang bermanfaat. 

AboLang, wujud nyata pemaksimalan produk unggulan desa


Kelompok 72 KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi memperkenalkan produk unggulan desa pada Senin (23/12/2019) di salah satu rumah warga Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan .
Labuhan dikenal sebagai desa dengan potensi ikan Cakalang. Sayangnya, pemanfaatan ikan cakalang masih terbilang kurang maksimal. Hal ini terbukti dengan hasil tangkapan ikan Cakalang dari warga sekitar yang hanya sebatas ditangkap untuk langsung dijual bentuk ikan segar.
Berangkat dari sangat melimpahnya ikan Cakalang dan keresahan atas ketidakmaksimalan pemanfaatan ikan tersebut, maka kelompok KKN 72 membuat inovasi menyulap ikan Cakalang menjadi olahan abon Cakalang.
Produk unggulan berupa makanan inovasi ini didukung penuh oleh PKK dan perangkat desa setempat.
"Sebenarnya pembuatan produk ini sudah beberapa hari sebelumnya, namun baru hari ini diperkenalkan ke warga karena masih ada beberapa perbaikan dan penyempurnaan." Terang Mia selaku penanggungjawab (PJ) kegiatan itu.
Langkah pertama,  Ikan Cakalang dicuci bersih lalu direbus hingga matang. Setelah matang ikan ditiriskan dan kaldu ikan tersebut disisihkan. Sembari menunggu rebusan ikan matang, haluskan bumbu-bumbu yang akan dibuat untuk abon.
Setelah penirisan, ikan lalu digoreng hingga kecoklatan kemudian dagingnya disuir-suir. Pisahkan daging dari bagian kepala dan tulangnya. Selanjutnya masak bumbu yang telah dihaluskan dan campur dengan kaldu ikan hingga setengah matang lalu masukkan suwiran daging ikan cakalang. Masak sampai tidak terdapat kandungan air pada ikan tersebut.
Terakhir masukkan abon kedalam kemasan (cup) lalu tambah bawang goreng sesuai dengan selera masing-masing. Para warga terutama ibu-ibu tertarik mengikuti acara pengenalan dengan menunjukkan proses pembuatan tersebut dan mengapresiasi produk makanan yang dibuat serta mencicipi abon yang telah selesai dibuat.
Wiwin, salah satu anggota PKK merupakan peserta paling antusias pada sosialisasi produk unggulan karena memang ia memiliki minat untuk mengolah hasil tangkapan ikan Cakalang yang biasanya hanya dijual segar.

"Sebelumnya tidak terpikirkan untuk buat abon dari Cakalang, apalagi bahannya mudah dan juga pengemasannya pun sederhana tetapi sangat menarik. Di sini kalau sudah musimnya hasil tangkapan dan ikan melimpah, ikan-ikan itu sering rendah harganya karena banyak saingan dari pedagang lain yang juga jualan ikan dalam bentuk segar. Kalau tetap dijual harga agak tinggi bisa kalah laku sama penjual ikan Cakalang lain." ungkap Moh. Sahril, salah satu perangkat Desa Labuhan.
Warga desa teredukasi sekaligus mendapat inspirasi untuk mengolah potensi yang ada di desa. Selain dapat dikonsumsi sendiri, makanan hasil olahan abon Cakalang ini sangat berpotensi juga untuk dijual secara luas. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

Penanaman 1000 Mangrove di Pantai Karang (Wisata Edukasi Mangrove) Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN Kelompok 72) Universitas Trunojoyo Madura menggelar kegiatan Menanam 1000 Mangrove didaerah Pantai Karang Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 Desember 2019 dimulai pada pukul 6 sampai 10 pagi. Desa Labuhan telah lama dikenal dengan Taman Wisata Mangrovenya, lahan sepanjang pesisir pantai yang ditanami mangrove telah lama dikelola menjadi kawasan wisata yang hingga saat ini sudah ada 2 kawasan wisata di Desa Labuhan ini yakni kawasan Taman Mangrove di sebelah timur dan Wisata Edukasi Mangrove disebelah barat yang dulunya dikenal dengan Pantai Karang. Pengelolaan mangrove yang tepat dijadikan sebagai tempat wisata menjadi sumber daya penghasilan warga setempat, selain itu juga terus dikembangkan untuk mengurangi pengikisan pantai  akibat abrasi. 



Progam kegiatan pengabdian yang dilakukan didaerah pesisir Pantai Karang ini diharapkan mampu  membantu menghalau ombak dan mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi) di pesisir pantai Labuhan. Proses penanaman mangrove dipandu oleh Bapak Sahril selaku ketua pengelola Wisata Edukasi Mangrove Barat. Kegiatan diawali dengan proses pengambilan buah bibit mangrove yang sudah siap tanam. Buah bibit mangrove dipetik langsung dari pohonnya untuk kemudian dikumpulkan dalam wadah kantong kresek atau karung. Harga satuan bibit mangrove di pasaran menurut Bapak Sahril mencapai Rp. 1000,00 sampai Rp. 2000,00 perbiji. Selanjutnya bibit-bibit yang telah terkumpul tersebut dibawa ke tempat lahan penanaman. Pesisir yang digunakan sebagai lahan tanam juga tidak sembarangan. Dipilih daerah dengan tingkatan tanah yang tidak terlalu berpasir dan tidak keras agar bibit yang ditanam dapat menancap kuat saat tumbuh di tanah dan tidak mudah hilang hanyut terbawa ombak.
Melihat banyaknya pengunjung yang datang sebagian besar dari kalangan pelajar SMP, SMA maupun Mahasiswa menjadikan inovasi bagi kami pihak pengelola untuk mencoba merealisasikan Wisata Edukasi Petik dan Tanam Mangrove dikemudian hari sebagai wahana edukasi dan penelitian Ujar Bapak Sahril.
Harapan kedepannya dengan adanya kegiatan pengabdian penanaman 1000 mangrove ini dapat melestarikan tanaman mangrove untuk mencegah abrasi sekaligus membantu perekonomian warga melalui wisata desa. Dengan lebih banyak tanaman mangrove yang tertanam maka akan semakin terus meluas daerah yang tertanami oleh mangrove. Sehingga berpotensi untuk dikembangkan lagi menjadi kawasan wisata edukasi mangrove yang lebik dan lebih maju lagi kedepannya.

Contact Us

Phone :

+62 822 5751 6207

Address :

4X7V+VCR, desa Labuhan, Kec. Sepulu,
Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69154

Email :

aril17603@gmail.com