Selamat Datang

Di Desa Labuhan Kec. Sapuluh Kab. Bangkalan

View Work Hire Me!

About Me

Tempat Pembelajaran

Banyak media yang menunjang tentang pembelajaran terkait mangrove

Sarana Photography

Banyak spot foto yang bagus dan instagramable

Kenyamanan

Tempat yang nyaman dan bersih

Desa Labuhan

Kec Sepulu

Taman Wisata Laut

Desa Labuhan telah lama dikenal dengan Taman Wisata Mangrovenya, lahan sepanjang pesisir pantai yang ditanami mangrove telah lama dikelola menjadi kawasan wisata yang hingga saat ini sudah ada 2 kawasan wisata di Desa Labuhan ini yakni kawasan Taman Mangrove di sebelah timur dan Wisata Edukasi Mangrove disebelah barat yang dulunya dikenal dengan Pantai Karang. Pengelolaan mangrove yang tepat dijadikan sebagai tempat wisata menjadi sumber daya dan sebagai sarana pengembangan UMKM penghasilan warga setempat, selain itu juga hal tersebut terus dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi pengikisan pantai akibat abrasi.

Services

Playground

Tempat yang khusus dirancang agar anak-anak dapat bermain di sana

Perpustakaan

Institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan

Meeting Room

Tempat atau ruangan untuk melakukan rapat ke sesama internal maupun dengan eksternal

Diving

Tersedia paket untuk melakukan diving di daerah sekitar Labuhan Mangrove

Our Blog

Penyerahan Website dan e-Perpus

Kegiatan ini dilakukan untuk menunjang digitalisasi pada desa Labuhan khususnya di Taman Wisata Laut. Pembuatan website dan e-perpus ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat maupun pihak terkait. Seperti dalam pembuatan website,  bertujuan untuk mempublikasikan keberadaan desa ke dunia luar, sehingga mudah untuk diketahui banyak orang, menginformasikan profil dan potensi desa, mempermudah masyarakat luas untuk memperoleh informasi mengenai desa sebagai bentuk keterbukaan informasi publik, menjadi wadah dokumentasi segala kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat desa, mempromosikan produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat desa. Dan menjadikan media pengumuman bagi desa sehingga pengumuman yang berkaitan dengan desa dapat dilihat oleh warga desa atau warga luar. Untuk website nya bisa diakses pada link berikut: labuhanmangrove.epizy.com 


Selanjutnya yaitu e-Perpus. e-perpus sendiri merupakan platform perpustakaan digital dengan konsep B2B yang memudahkan pengelolaan perpustakaan klien yang memakai jasa e-Perpus. Klien yang memakai jasa e-Perpus terdiri dari sekolah, universitas, korporasi, instansi dan komunitas yang memberikan layanan perpustakaan gratis untuk anggotanya. Sedangkan pada pembuatan e-perpus ini sendiri bertujuan untuk memudahkan pihat terkait atau pengelola dalam kegiatan peminjaman buku pada perpustakaan perpus di Taman Wisata Laut.



Edukasi Jenis - Jenis Sampah di UPTD SDN Labuhan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN-T Kelompok 35) Universitas Trunojoyo Madura mengadakan program kerja mengajar di Lembaga Sekolah tepatnya UPTD SDN Desa Labuhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 10 Januari 2023 pada pukul 07.30 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Sasaran dari kegiatan ini yaitu peserta didik kelas 2 sebanyak 16 anak melalui pembelajaran secara tatap muka. Topik yang akan diangkat kali ini ialah Edukasi Jenis-Jenis Sampah Pada Anak. Program kerja ini dikemas dengan menarik melalui penayangan Video Edukasi dan Media Pembelajaran sehingga memberikan kesan terhadap anak-anak untuk selalu bertanggung jawab dalam mengelolah sampah.

Pemateri dalam kegiatan ini adalah Kharisma Nur Rochmawati atau biasa dikenal dengan Kak Risma salah satu anggota dari KKN-T Kelompok 35 kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan agar membentuk perilaku anak sejak dini dalam membedakan jenis-jenis sampah sehingga anak terbiasa memilah dan menempatkan sampah pada tempatnya, peluang dalam kegiatan kali ini adalah anak akan lebih mudah dalam mengelola sampah dan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat dan indah.


Aktifitas pagi itu dimulai dengan pengenalan jenis-jenis sampah melalui penayangan  video edukasi. Anak diperkenalkan dengan macam-macam jenis sampah yakni sampah organik, sampah anorganik, sampah B3. Sampah Organik merupakan sampah yang mudah terurai dengan sendirinya contohnya yakni kotoran hewan, ranting pohon, daun kering, kulit buah, sisa sayur, daging atau tulang ayam. Sampah organik ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk membantu tanaman agar tumbuh dengan baik. Sebaliknya, sampah anorganik merupakan sampah yang sulit untuk diuraikan kembali contohnya yakni botol plastik, katong plastik, kemasan kaleng, botol kaca, karet ban. Sampah anorganik ini dapat dimanfaatkan menjadi bahan daur ulang. Sampah B3 adalah sampah yang mengandung zat beracun dan berbahaya baik bagi manusia maupun lingkungan contohnya yakni cairan pembersih, baterai, kaleng airoson obat nyamuk. Sampah B3 ini dapat didaur ulang namun harus ada penanganan khusus oleh ahlinya.

Setelah mendapatkan edukasi jenis-jenis sampah melalui penayangan video pembelajaran anak diberikan kesempatan untuk praktek mengelompokan jenis-jenis sampah sesuai dengan tempatnya menggunakan media pembelajaran yang sudah dipersiapkan. Sebelum Aktifitas pagi ditutup, pemateri melakukan refleksi kegiatan guna anak lebih mengingat dan memahami pembelajaran serta tidak lupa pemateri memberi reward atau apresiasi bagi anak yang berani untuk praktek maju kedepan.



Pelatihan Pembuatan Design dan Sosialisasi Digital Marketing

    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN Kelompok 35) Universitas Trunojoyo Madura menggelar kegiatan Pelatihan Pembuatan Design dan Sosialisasi Digital Marketing yang bertempat di Aula Taman Mangrove Desa Labuhan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 08 Januari 2023 yang dimulai pada pukul 8 sampai 11 pagi. Pada Desa Labuhan ini sudah terdapat website untuk menjual atau memasarkan produk produk mereka, bahkan produk desa yang lain. Jadi banyak permintaan dari desa desa yang lain untuk menitipkan penjualan produk mereka pada website desa labuhan ini. Akan tetapi, walaupun desa labuhan ini sudah mempunyai website sendiri yang sudah cukup baik tetapi mereka belum mahir dalam hal yang berkaitan dengan design. Jadi website dari desa labuhan sendiri belum memiliki logo dan juga dalam pembuatan brosur mereka masih mengandalkan dari orang lain. Maka dari itu, tujuan kegiatan ini diadakan adalah untuk memberikan masyarakat desa labuhan dalam pembuatan design yang bisa berguna dalam pembuatan logo, brosur, dan mengaplikasikannya dalam website atau sejenisnya.


Pemateri dalam kegiatan ini adalah Moh. Sabilul Alif Al Anwari sebagai pemantik Desain Grafis dan Ryan Sutan Wijaya sebagai pemantik digital marketing. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan yakni sebagai sarana penunjang perkembangan proses marketing UMKM masyarakat Bangkalan, khususnya di Desa Labuhan.
 
Nur Muflikhun atau biasa disapa Muflik sebagai Ketua Abdimas UTM mengatakan, “Di era perkembangan teknologi yang semakin berkembang, perlu diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia mumpuni. Karena itu, UTM memberikan keterampilan membuat design seperti tujuan dari Abdimas sendiri sebagai sarana penunjang UMKM daerah,” ungkapnya.
 
Dia pun menambahkan, “Program ini di laksanakan dengan penggunaan bahasa dan perangkat yang cukup ringan dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga harapan kedepannya dengan adanya program ini, mampu terciptanya pelaku UMKM, terutama di Desa Labuhan sendiri dapat melakukan proses pembuatan souvenir. Serta, dapat memperluas ruang lingkup bisnis dalam rangka menuju kemandirian desa,” imbuhnya. Kemudahan itu dapat dirasakan oleh semua kalangan pelaku UMKM yang mampu membuat design dengan mudah. Dan keterbatasan yang dimiliki oleh seseorang tidak menjadi penghalang, termasuk bagi untuk masyarakat pelaku UMKM. 

Muflik menyampaikan bahwa, “Karena itu, Abdimas UTM yang beranggotakan 14 mahasiswa dari berbagai Prodi dan Fakultas yakni: Prodi Sistem Informasi, Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Prodi Sasing Fakultas FISIB, Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum, Prodi PG PAUD Fakultas Ilmu Pendidikan, beserta Dosen Pembimbing Lapangan, Khoirul Umam S.T.,M.T yang Memberikan pelatihan Design Grafis dan sosialisasi digital marketing pada Masyarakat Pelaku UMKM,” ungkapnya. Pelatihan diawali dengan memberikan penjelasan tentang design, manfaat, dan seberapa jauh masyarakat mampu membuat design. 

Pelatihan design yang menggunakan bahasa dan perangkat yang cukup ringan dan sesuai kebutuhan. Selanjutnya, sambung Muflik sebagai Ketua kelompok, “Program ini ada, karena kelompok pengabdian ingin menjawab kerisauan Bapak Syahril selaku pihak penanggung jawab wisata atau POKDARWIR (Pengukuhan Kelompok Sadar wisata), yang mana beliau merisaukan mengenai penjualan dan design souvenir yang selalu membayar jasa dalam pembuatan desainnya,” ungkapnya. 

Dia pun menambahkan, “Ada beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan pelatihan ini yakni admin bakaoo.id dari Desa Labuhan dan juga anggota dari karang taruna,” imbuhnya. 

Terakhir, Muflik menyampaikan harapannya setalah diadakannya pelatihan ini, “Di era teknologi yang semakin berkembang, semua orang dituntut untuk selalu kreatif dan inovatif. Salah satunya dengan cara mengembangkan soft skill seperti design dan digital marketing. Dengan cara seperti itu, keterbatasan masyarakat pelaku UMKM ini dapat menjadi jalan keluar dan dapat menjadi poin tambahan bagi setiap individu pada masa mendatang,” pungkas Ketua Tim Abdimas Universitas Trunojoyo Madura ini.






Kolaborasi Penanaman 2000 Mangrove dengan Mahasiswa Program Pertukaran Pelajar Universitas Trunojoyo Madura

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN Kelompok 35) Universitas Trunojoyo Madura menggelar kegiatan Menanam 2000 Mangrove didaerah Pantai Karang Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan yang berkolaborasikan dengan mahasiswa yang melakukan program pertukan pelajar oleh universitas trunojoyo madura. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 28 Desember 2022 dimulai pada pukul 9 sampai 12 pagi. Desa Labuhan telah lama dikenal dengan Taman Wisata Mangrovenya, lahan sepanjang pesisir pantai yang ditanami mangrove telah lama dikelola menjadi kawasan wisata yang hingga saat ini sudah ada 2 kawasan wisata di Desa Labuhan ini yakni kawasan Taman Mangrove di sebelah timur dan Wisata Edukasi Mangrove disebelah barat yang dulunya dikenal dengan Pantai Karang. Pengelolaan mangrove yang tepat dijadikan sebagai tempat wisata menjadi sumber daya dan sebagai sarana pengembangan UMKM penghasilan warga setempat, selain itu juga hal tersebut terus dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi pengikisan pantai  akibat abrasi. 

Progam kegiatan pengabdian yang dilakukan didaerah pesisir Pantai Karang ini dengan harapan dapat membantu menghalau ombak dan mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi) di pesisir pantai Labuhan. Proses penanaman mangrove dipandu oleh Bapak Sahril selaku kepala pengelola Wisata Edukasi Mangrove Barat. Kegiatan diawali dengan proses pengambilan buah bibit mangrove yang sudah siap tanam. Buah bibit mangrove dipetik langsung dari pohonnya untuk kemudian dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung. Harga satuan bibit mangrove di pasaran menurut Bapak Sahril mencapai Rp. 1000,00 sampai Rp. 2000,00 perbiji. Selanjutnya bibit-bibit yang telah terkumpul tersebut dibawa ke tempat lahan penanaman. Pesisir yang digunakan sebagai lahan tanam juga tidak sembarangan. Dipilih daerah dengan tingkatan tanah yang tidak terlalu berpasir dan tidak keras agar bibit yang ditanam dapat menancap kuat saat tumbuh di tanah dan tidak mudah hilang hanyut terbawa ombak dan juga hal ini dilakukan dengan memeprhatikan kebutuhan dan jenis mangrove yang akan ditanam.

Melihat banyaknya pengunjung yang datang sebagian besar dari kalangan pelajar SMP, SMA maupun Mahasiswa menjadikan inovasi bagi kami pihak pengelola untuk mencoba merealisasikan Wisata Edukasi Petik dan Tanam Mangrove dikemudian hari sebagai wahana edukasi dan penelitian Ujar Bapak Sahril.

Harapan kedepannya dengan adanya kegiatan pengabdian penanaman 2000 mangrove ini dapat melestarikan tanaman mangrove untuk mencegah abrasi sekaligus membantu mengangkat perekonomian warga melalui wisata desa. Dengan lebih banyak tanaman mangrove yang tertanam maka akan semakin terus meluas daerah yang tertanami oleh mangrove. Sehingga berpotensi untuk dikembangkan lagi menjadi kawasan wisata edukasi mangrove yang lebik dan lebih maju lagi kedepannya.


Acara Pentupan Kegiatan KKN 72 UTM (Inagurasi)


Acara Inagurasi merupakan acara puncak dari seluruh agenda kegiatan KKN kelompok 72 Universitas Trunojoyo Madura yang dilaksanakan mulai tanggal 15 Desember 2019 sampai tanggal 10 Januari 2020, acara tersebut akan melibatkan lembaga pendidikan yang ada di desa Labuhan . Kami akan bekerja sama dengan lembaga tersebut agar mereka turut serta berpartisipasi dengan cara memberikan delegasinya untuk tampil pada acara ini.

Acara inagurasi merupakan acara akhir dari pelaksanaan kegiatan KKN 72 Universitas Trunojoyo Madura di Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. Acara inagurasi dilaksanakan pada hari Kamis, 09 Januari 2020 dengan mengundang perangkat desa Labuhan, guru SDN Labuhan dan Guru TK, serta beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

Adapun rangkaian pada acara ini diantaranya : (1) HiburanPembukaan, (2) Doa pembuka, (3)Sambutan oleh kordes, (4) Sambutan oleh Kepala Desa atau yang mewakili, (5) Pemotongan tumpeng sebagai tanda penutupan kegiatan KKN dan dilanjut dengan acara serah terima cinderamata, (6) Hiburan, (7) Pengumuman lomba.

Sport Foto Dan Petunjuk Arah Desa


Program ini dilakukan guna untuk menambah wisata alam yang indah di desa Labuhan. Dengan begitu masyarakat tanpa harus pergi keluar desa untuk mengunjungi tempat wisata yang mempunyai banyak spot foto. Dengan adanya spot foto maka akan menarik masyarakat dari luar untuk mengunjungi labuhan mangrove oleh karena itu masyarakat labuhan mangrove dapat berjualan makanan dan minuman di labuhan mangrove dengan begitu dapat menambah penghasilan atau sebagai sumber penghasilan masyarakat labuhan.

Menjadi tempat wisata yang indah dan juga mengandung sebuah pelajaran ilmiah didalamnya. Sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat di sekitar labuhan mangrove.
Pembuatan petunjuk arah dan pembuatan peta desa yakni dimaksudkan untuk memudahkan warga sekitar maupun warga luar untuk dapat mengetahui perbatasan–perbatasan antar desa. Membuat papan pembatas desa dan poskamling sekitar desa. Manfaat dari kegiatan ini yaitu dapat menjadikan petunjuk bagi wisatawan yang berkunjung pada wisata edukasi mangrove dan terumbu karang payung kuning.


PECONG (Rempeyek Kecong Cong)


Pecong ( rempeyek kecong-cong ) adalah produk unggulan kedua KKN 72 UTM 2019. Produk ini terbuat dari kecong-cong yang pertumbuhannya bisa dikatakan melimpah di desa labuhan. Terdapat satu varian rasa yaitu rasa original. Pelaksanaan program ini dilakukan bersamaan dengan dengan pembuatan Abolang. Pembuatan produk ini diharapkan dapat menambahkan pendapatan warga dan melatih kreatifitas earga desa labuhan.
Pada pelaksanaan program kerja ini dilaksanakan dengan 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan monitoring. Tahap pertama yaitu persiapan dimana kegiatan ini bberisi tentang persiapan- persiapan bahan- bahan. Selanjutnya tahap pelaksanaan yaitu proses pembuatan produk unggulan. Tahap terakhiir adalah monitoring yaitu proses pengontrolan pelaksanaan.

Siklus Hidup Hewan (Media Pembelajaran SD)


Media pembelajaran adalah suatu alat yang digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran agar pembelajaran yang disampaikan menjadi lebih mudah untuk disampaikan pada siswa. Dengan adanya media pembelajaran ini diharapkan dapat membantu siswa menjadi lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru sehingga pembelajaran lebih bermakna. Kkn 72 utm 2019 membuat media pembelajaran dua dimensi yaitu berupa gambar berukuran 1 meter yang berisi tentang pembelajaran yang ada pada tema 6 subtema 1 pembeljaran 2 tentang siklus hidup hewan. Alasan kami membuat media ini adalah melihat dari kondisi kelas yang kurang ada media pembelajaran 2 dimensi yang dipajang didalam kelas. Media pembelajaran ini terbuat dari banner agar media dapat bertahan lama, kemudia media tersebut dibingkai menggunakan kayu agar media dapat dipanjang di ruang kelas. 
Media pembelajaran ini kami kaitkan dengan keadaan sekitar untyk memudahkan siswa belajar. Kami menggunakan gambar mangrove dimana disini kami menggunakan hewan- hewan yang ada disekitar seperti yang berada di darat, diudara, dan di laut. Media pembelajaran ini kami implementasikan pada kelas 4 di UPTD SDN Labuhan kec. Sepuluh kab. Bangkalan. Pelaksanaannya pada hari Rabu, 8 Januari 2019. Hasil yang dapat saat pembelajaran berlangsung dapat dikatakan berhasil, hal ini dapat dilihat dari antusias siswa ketika kami mengeluarkan media pembelajaran yang telah kami buat, serat antusias siwa saat pembelajaran berlangsung. 

Mesin Penghalus Daging (TTG)


Teknologi tepat guna mesin penggiling ikan cakalang. Alat ini digunakan untuk menggiling ikan cakalang. Kegunaan produk ini berkaitan dengan pembuatan produk unggulan dari kelompok kkn 72 yaitu abon cakalang. Pada saat percobaan menggunakan manual hasil daging cakalang yang dijadikan abon kurang halus dan bentuknya bukan menyerupai abon. oleh karena itu, kami menggunakan alat ini untuk membantu menghaluskan ikan cakalang sehinga abon bisa halus dengan sempurna. 
Penggunaan alat ini yaitu dengan memasukkan daging ikan yang telah direbus dan digoreng sebelumnya, lalu daging digiling sampai halus. Dengan adanya alat ini diharapkan dapat mempermudha untuk menghasluskan ikan cakalang dan hasil yang didapat juga lebih bagus. Selanjutnya alat ini akan di berikan ke desa tepatnya pada ibu- ibu pkk agar dapat digunakan untuk meneruskan pembuatan abon cakalang yang telah kami terapkan sebelumnya. 

Kerja Bakti Bersih Bersih Desa



Kerja bakti bersih sampah dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan terutama membiasakan  kebiasaan membuang sampah pada tempatnya. Kegiatan kerja bakti bersih sampah dilaksanakan pada hari Sabtu sore tanggal 04 Januari 2020 di sepanjang  pesisir pantai Desa Labuhan. Alasan memilih tempat tersebut dikarenakan banyak sekali ditemui  sampah-sampah berserakan di bibir pantai karena mayoritas masyarakat membuang sampah secara langsung ke laut. Padahal dibeberapa pos sudah disediakan tempat penampungan sampah seperti dikompleks-kompleks rumah juga sudah ada pos tempat pembuangan sampah. Untuk yang didaerah sekitar jalan perumahan sudah lumayan terjaga kebersihannya dari sampah namun untuk yang didaerah dekat pesisir pantai sampah banyak sekali berserakan, sehingga  melihat hal demikian menggerakkan kami untuk mencoba melakukan kegiatan kerja bakti membersihkan sampah untuk memperindah pemandangan dipesisir pantai sekaligus menjaga pencemaran air laut dari banyaknya sampah yang hanyut si tepian pantai,Kegiatan dilakukan sore hari bersama bapak sahril dan beberapa warga sekitar pantai. Kerja bakti bersih sampah yang dilakukan diawali dengan mencari tempat yang butuh untuk dibersihkan. Pengambilan sampah dilakukan secara langsung dengan membawawadah kantong plastik sambil menyusuri bibir pantai yang terdapat kumpulan sampah berserakan.

Pendidikan Informal (KKN 72 UTM)

Pendidikan merupakan kunci untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas, serta modal dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan. Desa Labuhan merupakan sebuah desa yang masih dalam tahap berkembang. Kurangnya Pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan disinyalir merupakan akar penyebab desa ini tidak mengalami kemajuan yang signifikan. Sehingga dibutuhkan upaya-upaya untuk menyelesaikan kendala tersebut, tentunya melalui pendidikan dan teknologi. 

Biasanya kami memberikan bimbingan belajar pada malam hari di posko KKN 72 desa labuhan dan sasarannya adalah anak SD. Amtusias anak-anak desa labuhan membuat kami bersemangat untuk memberikan bimbingan belajar kepada mereka. Kami memberikan bimbingan sesuai dengan yang mereka inginkan dan mereka butuhkan.
Terkadang kami memberikan bimbingan pelajaran matematika, bahasa inggris, bahasa indonesia serta mengajarkan membaca kepada anak-anak yang belum bisa membaca.




























Mince (Minggu Ceria)


Minggu ceria merupakan kegiatan rutin setiap hari minggu yang diisi dengan kegiatan senam pagi, permainan, dan perlombaan. Acara ini dilaksanakan di desa labuhan tepatnya di wisata edukasi mangrove dan terumbu karang. Kegiatan tersebut di ikuti oleh anak-anak SD dan PAUD di desa labuhan. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu di setiap akhir pekan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kekompakan dan kerjasama antar siswa di desa labuhan. Dengan adanya kegiatan tersebut menambah keakraban antara anggota Kuliah Keja Nyata Universitas Trunojoyo Madura (KKN 72 UTM) dengan anak-anak di Desa Labuhan Kec. Sepuluh. 

Kegiatan ini dimulai setiap minggunya dari jam 07.00 WIB yang diawali dengan senam pagi bersama anak-anak di desa labuhan dan seluruh anggota KKN 72 UTM. Kemudian dilanjutkan dengan lomba dan permainan yang menarik. Setiap minggunya akan diadakan lomba dan permainan yang berbeda-beda. Di minggu pertama minggu ceria diadakan lomba makan kerupuk dan permainan menggilir sarung dengan berpegangan tangan. Hari kedua kegiatan minggu ceria dilaksanakan lomba kelereng dan permainan menyebrang dengan dua papan. Di hari minggu ceria  ke tiga yakni hari minggu terakhir diadakan lima lomba  diantaranya lomba karung, memasukkan paku dalam botol , balon joget, memecahkan bola air, dan tarik tambang. Dengan permainan yang berbeda setiap minggunya akan menarik minat anak-anak untuk hadir dalam kegiatan minggu ceria.
  Setelah kegiatan selesai anak-anak akan diarahkan untuk melakukan kegiatan kerja bakti bersama memungut sampah yang ada disekitar wisata edukasi mangrove dan terumbu karang. Hal ini bertujuan untuk memberikan pembelajaran mengenai kesadaran menjaga kebersihan lingkungan di usia dini. Antusias dan apresiasi dari anak-anak desa labuhan terhadap kegiatan minggu ceria yang diadakan KKN 72 UTM cukup tinggi. dikarenakan hal tersebut minggu ceria dapat berjalan dengan baik setiap minggunya. Serta dengan adanya kegiatan ini diharapkan anak-anak mendapatkan hiburan dan pembelajaran baru yang bermanfaat. 

AboLang, wujud nyata pemaksimalan produk unggulan desa


Kelompok 72 KKN Tematik Universitas Trunojoyo Madura (UTM) resmi memperkenalkan produk unggulan desa pada Senin (23/12/2019) di salah satu rumah warga Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan .
Labuhan dikenal sebagai desa dengan potensi ikan Cakalang. Sayangnya, pemanfaatan ikan cakalang masih terbilang kurang maksimal. Hal ini terbukti dengan hasil tangkapan ikan Cakalang dari warga sekitar yang hanya sebatas ditangkap untuk langsung dijual bentuk ikan segar.
Berangkat dari sangat melimpahnya ikan Cakalang dan keresahan atas ketidakmaksimalan pemanfaatan ikan tersebut, maka kelompok KKN 72 membuat inovasi menyulap ikan Cakalang menjadi olahan abon Cakalang.
Produk unggulan berupa makanan inovasi ini didukung penuh oleh PKK dan perangkat desa setempat.
"Sebenarnya pembuatan produk ini sudah beberapa hari sebelumnya, namun baru hari ini diperkenalkan ke warga karena masih ada beberapa perbaikan dan penyempurnaan." Terang Mia selaku penanggungjawab (PJ) kegiatan itu.
Langkah pertama,  Ikan Cakalang dicuci bersih lalu direbus hingga matang. Setelah matang ikan ditiriskan dan kaldu ikan tersebut disisihkan. Sembari menunggu rebusan ikan matang, haluskan bumbu-bumbu yang akan dibuat untuk abon.
Setelah penirisan, ikan lalu digoreng hingga kecoklatan kemudian dagingnya disuir-suir. Pisahkan daging dari bagian kepala dan tulangnya. Selanjutnya masak bumbu yang telah dihaluskan dan campur dengan kaldu ikan hingga setengah matang lalu masukkan suwiran daging ikan cakalang. Masak sampai tidak terdapat kandungan air pada ikan tersebut.
Terakhir masukkan abon kedalam kemasan (cup) lalu tambah bawang goreng sesuai dengan selera masing-masing. Para warga terutama ibu-ibu tertarik mengikuti acara pengenalan dengan menunjukkan proses pembuatan tersebut dan mengapresiasi produk makanan yang dibuat serta mencicipi abon yang telah selesai dibuat.
Wiwin, salah satu anggota PKK merupakan peserta paling antusias pada sosialisasi produk unggulan karena memang ia memiliki minat untuk mengolah hasil tangkapan ikan Cakalang yang biasanya hanya dijual segar.

"Sebelumnya tidak terpikirkan untuk buat abon dari Cakalang, apalagi bahannya mudah dan juga pengemasannya pun sederhana tetapi sangat menarik. Di sini kalau sudah musimnya hasil tangkapan dan ikan melimpah, ikan-ikan itu sering rendah harganya karena banyak saingan dari pedagang lain yang juga jualan ikan dalam bentuk segar. Kalau tetap dijual harga agak tinggi bisa kalah laku sama penjual ikan Cakalang lain." ungkap Moh. Sahril, salah satu perangkat Desa Labuhan.
Warga desa teredukasi sekaligus mendapat inspirasi untuk mengolah potensi yang ada di desa. Selain dapat dikonsumsi sendiri, makanan hasil olahan abon Cakalang ini sangat berpotensi juga untuk dijual secara luas. Dengan demikian, secara tidak langsung dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat sekitar.

Penanaman 1000 Mangrove di Pantai Karang (Wisata Edukasi Mangrove) Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan



Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN Kelompok 72) Universitas Trunojoyo Madura menggelar kegiatan Menanam 1000 Mangrove didaerah Pantai Karang Desa Labuhan Kecamatan Sepulu Kabupaten Bangkalan. 

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 30 Desember 2019 dimulai pada pukul 6 sampai 10 pagi. Desa Labuhan telah lama dikenal dengan Taman Wisata Mangrovenya, lahan sepanjang pesisir pantai yang ditanami mangrove telah lama dikelola menjadi kawasan wisata yang hingga saat ini sudah ada 2 kawasan wisata di Desa Labuhan ini yakni kawasan Taman Mangrove di sebelah timur dan Wisata Edukasi Mangrove disebelah barat yang dulunya dikenal dengan Pantai Karang. Pengelolaan mangrove yang tepat dijadikan sebagai tempat wisata menjadi sumber daya penghasilan warga setempat, selain itu juga terus dikembangkan untuk mengurangi pengikisan pantai  akibat abrasi. 



Progam kegiatan pengabdian yang dilakukan didaerah pesisir Pantai Karang ini diharapkan mampu  membantu menghalau ombak dan mencegah terjadinya pengikisan pantai (abrasi) di pesisir pantai Labuhan. Proses penanaman mangrove dipandu oleh Bapak Sahril selaku ketua pengelola Wisata Edukasi Mangrove Barat. Kegiatan diawali dengan proses pengambilan buah bibit mangrove yang sudah siap tanam. Buah bibit mangrove dipetik langsung dari pohonnya untuk kemudian dikumpulkan dalam wadah kantong kresek atau karung. Harga satuan bibit mangrove di pasaran menurut Bapak Sahril mencapai Rp. 1000,00 sampai Rp. 2000,00 perbiji. Selanjutnya bibit-bibit yang telah terkumpul tersebut dibawa ke tempat lahan penanaman. Pesisir yang digunakan sebagai lahan tanam juga tidak sembarangan. Dipilih daerah dengan tingkatan tanah yang tidak terlalu berpasir dan tidak keras agar bibit yang ditanam dapat menancap kuat saat tumbuh di tanah dan tidak mudah hilang hanyut terbawa ombak.
Melihat banyaknya pengunjung yang datang sebagian besar dari kalangan pelajar SMP, SMA maupun Mahasiswa menjadikan inovasi bagi kami pihak pengelola untuk mencoba merealisasikan Wisata Edukasi Petik dan Tanam Mangrove dikemudian hari sebagai wahana edukasi dan penelitian Ujar Bapak Sahril.
Harapan kedepannya dengan adanya kegiatan pengabdian penanaman 1000 mangrove ini dapat melestarikan tanaman mangrove untuk mencegah abrasi sekaligus membantu perekonomian warga melalui wisata desa. Dengan lebih banyak tanaman mangrove yang tertanam maka akan semakin terus meluas daerah yang tertanami oleh mangrove. Sehingga berpotensi untuk dikembangkan lagi menjadi kawasan wisata edukasi mangrove yang lebik dan lebih maju lagi kedepannya.

Proker Pisah Kenang Kelompok KKN dengan Masyarakat Desa

Kegiatan ini dilakukan sebagai penutup dai pelaksanaan KKN. Konsep dari kegiatan ini akan diisi dengan pentas seni, pemberian kenang-kenangan ke kepala desa, bazar, pemberian hadiah lomba dan salam perpisahan kelompok KKN 34. Dengan adanya kegiatan ini akan menjadi moment berkumpulnya seluruh warga desa, pemdes, dengan kelompok KKN 34. 

Dan berikut foto sebagian kegiatan Pisah Kenang KKN 34.







Proker UTM Mengajar

Selain kegiatan diatas, dilakukan pula kegiatan di bidang pendidikan seperti mengajar pada PAUD, SD, dan Madrasah. Selain itu Kelompok KKN 34 akan melakukan kegiatan Sharing and hearing tentang keadaan alam disekitar taman pendidikan mangrove, jalan-jalan sehat dan senam sehat bersama anak-anak. Metode yang akan digunakan adalah pengenalan, pemberian materi, dan follow up berupa umpan balik tugas ataupun praktek langsung sehingga nantinya siswa akan menjadi lebih paham terhadap materi yang diberikan. Sedangkan media yang digunakan adalah laptop, buku panduan, dan papan tulis. Jika ada akan menggunakan proyektor agar lebih menarik minat siswa dalam belajar. Kegiatan ini akan dilakukan minimal seminggu 1x dan apabila siswa nantinya butuh bimbingan lebih lanjut maka bisa dilakukan di basecamp KKN ataupun tempat pertemuan di kantor kepala desa.

Dibawah ini sebagian foto kegiatan UTM Mengajar PAUD :





           Dibawah ini  salah satu foto kegiatan UTM Mengajar SD :


           Dibawah ini  salah satu foto kegiatan UTM Mengajar Madrasah :




Proker Sosialisasi Sampah dan Pembuatan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA Sampah)

Salah satu permasalahan di pantai pulau ajaib yang berada di desa labuhan adalah banyak sampah yang berserakan diarea pantai sehingga membuat lingkungan terlihat kotor. Di area ini tidak ada TPA untuk pembuangan sampah sehingga dalam KKN ini akan diadakan kegiatan pembuatan TPA. Tujuanya agar masayarakat lebih sadar akan kebersiahan dan mampu membuat lingkungan manjadi bersih. Dalam pembuatan TPA ini akan dibedakan antara sampah organik  dan sampah anorganik sehingga sampah tersebut mampu dimanfaatkan kembali. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak-anak. Metode yang akan digunakan adalah pada tahap awal akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada anak-anak mengenai pemanfaatan sampah dan pengolahan sampah organik mapun anorganik. Selain itu akan diberikan materi ataupun sosialisasi mengenai daur ulang sampah serta praktek pengolahan briket sampah bersama anak-anak. Selanjutnya pembuatan TPA akan dilakukan oleh kelompok KKN 34 bersama anak-anak. 



Proker Forum Group Discussion (FGD)

FGD Adalah kegiatan pertama yang akan dilakukan dalam pelaksanaan KKN. Diantara kegiatannya pada Forum Group Discussion ini adalah silaturahmi ke kepala desa, pengenalan kelompok KKN 34 dan pemaparan program kerja serta silaturahmi ke rumah warga. Tujuannya adalah untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan kelompok KKN 34 serta memaparkan seluruh program kerja yang akan dilakukan selama KKN kepada aparat pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar sehingga seluruh masyarakat desa dapat mengetahui kegiatan yang akan dilakukan oleh kelompok KKN 34 dan hal tersebut dapat membantu kelancaran kegiatan selama KKN.



Proker Sosialisasi Pentingnya Kesehatan

Salah satu permasalahan di desa ini adalah kurangnya pemahaman anak didik akan pentingnya kesehatan khususnya dalam hal tatacara mencuci tangan dan gosok gigi yang benar. Selanjutnya kurangnya pengetahuan tentang arti pentingnya menjaga kebersihan tangan dan merawat gigi.

Pada kegiatan proker ini siswa - siswi diajarkan bagaimana pentingnya menjaga kesehatan. Terutama kesehatan gigi. Disini kakak - kakak kelompok KKN 34 mensosialisasikan pentingnya kesehatan gigi dan memncuci tangan kepada siswa - siswi kelas 2. dan disana kakak - kakak mengajarkan gimana cara mencuci tangan dan sikat gigi secara benar.

Berikut sebagian foto sosialisasi kesehatan :



Proker Bakti Sosial

Bakti sosial dilakukan dengan cara kerja bakti dan gotong royong pengadaan papan nama desa dan pembuatan struktur desa. Kegiatan ini akan dilakukan bersama warga sekitar. Metode yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan dan mengajak warga untuk sama-sama bekerja sama membuat papan nama desa maupun struktur desa. Media yang digunakan adalah peralatan papan nama, papan nama, cat. Selanjutnya akan diadakan makan bersama agar tercipta rasa kekeluargaan. dalam kegiatan ini dibantu langsung warga dalam pencarian kayu dan pemasangan yang langsung dipimpin Bapak Ustadz misnawar selaku Kaur Penelayanan dan Bapak Syahril selaku  Kaur pemerintahan desa 

Dimana pada proker bakti sosial ini ada 2 kegiatan :
1     1.       Pembuatan struktur desa
2     2.       Pembuatan papan nama desa


Dibawah ini merupakan proses pembuatan papan nama desa,


Dan dibawah foto ini merupakan hasil dari pembuatan struktur desa.



Berikut merupakan foto dari hasil pembuatan papan nama desa yang dihadiri oleh bapak misnawar selaku salah satu tokoh di desa labuhan.




Contact Us

Phone :

+62 822 5751 6207

Address :

4X7V+VCR, desa Labuhan, Kec. Sepulu,
Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69154

Email :

aril17603@gmail.com